SMKN 1 Majalengka kembali meneguhkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan menggelar Aksi Ekologi dalam rangka World Cleanup Day (WCD) 2026. Mengusung tema β€œBersama untuk Lingkungan Sekolah yang Lebih Bersih, Sehat, Nyaman, dan Lestari,” rangkaian kegiatan ini diawali pada Kamis, 17 September 2026, melalui koordinasi matang yang melibatkan Kepala Sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, dewan guru, tenaga kependidikan, tim sarana prasarana, serta tim kebersihan. Tahapan persiapan mencakup pembagian zona tanggung jawab, penyediaan sarana pemilahan sampah, sosialisasi tugas, hingga penyiapan dokumentasi.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 18 September 2026, yang diawali dengan apel pembukaan dan pengarahan langsung oleh Kepala SMKN 1 Majalengka, Dr. H. Adang Ardali, S.Pd., M.T. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa aksi ekologi ini bukan sekadar agenda bersih-bersih fisik semata, melainkan esensi dari pendidikan karakter, penanaman pembiasaan positif, serta pembangunan kesadaran ekologis warga sekolah. Seluruh warga satuan pendidikan kemudian bergerak menuju zona masing-masing, yang meliputi ruang kelas, fasilitas sanitasi, taman, koridor, kantin, bengkel, laboratorium, area parkir, hingga saluran drainase.

Pelaksanaan aksi dijalankan secara sistematis melalui tahapan bersihkan, pilah, angkut, dan tata. Sampah diklasifikasikan secara cermat ke dalam kategori organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu sebelum akhirnya dievakuasi ke titik pengumpulan akhir. Perhatian khusus juga dicurahkan pada standar kebersihan fasilitas sanitasi agar senantiasa higienis, tidak berbau, dan berfungsi optimal. Sebagai bentuk akuntabilitas, setiap zona wajib mendokumentasikan kondisi sebelum, selama, dan sesudah kegiatan berlangsung sebagai bagian dari pelaporan resmi.

Melalui perhelatan ini, SMKN 1 Majalengka tidak hanya berorientasi pada estetika fisik lingkungan belajar, tetapi juga berupaya merajut budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Gerakan ini turut diperkuat melalui pembiasaan internal seperti LISA (Lihat Sampah Ambil) dan MA ESih (Masyarakat Aktif Bersih-Bersih). Diharapkan, momentum World Cleanup Day 2026 ini mampu melahirkan kesadaran kolektif yang konsisten dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian ekosistem sekolah secara berkesinambungan.