Tentang Kami


Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Majalengka yang berdiri dengan megah di atas tanah seluas 40.000 m2 dengan status tanah milik sendiri, terletak di Jalan Raya Tonjong-Pinangraja No. 55 Kelurahan Cicenang Kecamatan Cigasong Kabupaten Majalengka. Dengan luas bangunan 6.565 m2.

Keberadaan SMK Negeri 1 Majalengka, merupakan salah satu sekolah kejuruan yang mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah sebagai sekolah kejuruan negeri yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka dengan fasilitas belajar yang cukup lengkap, wajar kalau keberadaannya merupakah sekolah favorit bagi kalangan siswa di wilayah Kabupaten Majalengka.

SMK Negeri 1 Majalengka sampai saat ini telah membuka Program Studi Keahlian/Kompetensi Keahlian sesuai spektrum keahlian :

Teknik Bangunan : Teknik Gambar Bangunan
Tekni Listrik : Teknik Instalasi Tenaga Listrik
Teknik Mesin : Teknik Pemesinan
Teknik Otomotif : Teknik Otomotif Kendaraan Ringan dan Teknik Otomotif Sepeda Motor
Teknik Komuter dan Informatika : Teknik Komputer dan jaringan dan Rekayasa Perangkat Lunak


Sejarah SMK N 1 Majalengka


  • Tahun 1950

    Berdirinya SMK Negeri 1 Majalengka tidak terlepas dari sekolah sebelumnya. Pada tahun 1950, pemerintah mendirikan STP (Sekolah Teknik Pertama) Negeri, yaitu jenjang pendidikan setingkat SLTP dengan lama pendidikan 2 tahun. Beberapa tahun kemudian, STP berubah nama menjadi ST (Sekolah Teknik) Negeri.

  • Tahun 1965

    Pada tahun 1965, ST Negeri berubah ketingkat yang lebih tinggi menjadi STM. Karena suasana perpolitikan yang tidak menentu, pada tahun yang sama STM dibubarkan.

  • Tahun 1980

    Selanjutnya, dengan peran serta masyarakat yang didukung oleh Pemerintah Daerah, STM berdiri kembali dengan nama STM Negeri Sumedang Kelas Jauh Majalengka. Kurang lebih 12 tahun STM Negeri Sumedang Kelas Jauh Majalengka berjalan dan berubah status menjadi STM Negeri pada tahun 1980, dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 0267/0/1980 pada tanggal 1 Juli 1980. Adapun jurusan yang pertama kali dibuka adalah Teknik Mesin Perkakas dan Teknik Kosntruksi Bangunan dengan kepala sekolah M. Rusdi, B. Sc., sampai tahun 1986.

  • Tahun 1986

    Pada tahun 1986 sampai dengan tahun 1996, kepemimpinan STM Negeri Majalengka dipimpin oleh Amir Sugandi, BA. dengan penambahan jurusan Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik. Setelah itu kepemimpinan STM Negeri Majalengka dipimpin oleh Drs. Adnan (1996-2003), dengan penambahan jurusan yaitu jurusan Teknik Mekanik Otomotif pada tahun 2000 dan dimasa kepemimpinannya pula nama STM Negeri Majalengka berubah menjadi SMK Negeri 2 Majalengka berdasarkan SK Menteti Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 035/0/1997 tentang perubahan nomenklatur SMKTA menjadi SMK, maka terhitung mulai tanggal 01 Desember 1997 nama SMKTA Negeri Majalengka menjadi SMK Negeri 2 Majalengka.

  • Tahun 2006

    Jurusan yang ada di SMK Negeri 2 Majalengka bertambah lagi pada tahun 2006 dengan adanya jurusan Teknik Komputer dan Pengelolaan Jaringan semasa kepemimpinan Drs. Wahyu (2003-2009). Semasa kepemimpinan Drs. Wahyu inipun nama SMK Negeri 2 Majalengka berubah menjadi SMK Negeri 1 Majalengka berdasarkan keputusan Bupati Majalengka nomor 2 tahun 2008.

Dasar Pengembangan Sekolah


1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.


2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025.


3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 38 Tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2000.


4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.


5. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.


6. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Kepala sekolah/ Madrasahsebagaimana yang diubah dari Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil.


7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala sekolah/madrasah.


8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.


9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan.


10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Konselor.


11. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.


12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan.


13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi.


14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Prose.


15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian.

16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 60 Tahun 2014 tentang kurikulum 2013 SMK/MA.


17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 61 Tahun 2014 tentang KTSP SM.


18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 62 Tahun 2014 tentang Ekstrakurikule.


19. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 63 Tahun 2014 tentang Pramuk.


20. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 64 Tahun 2014 tentang Peminatan SM.


21. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 65 Tahun 2014 tentang Buku teks pelajaran dan buku panduan guru kurikulum 2013 kelompok peminatan pendidikan menengah.


22. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum


23. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada pendidikan dasar dan menengah


24. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 104 Tahun 2014 tentang penilaian hasil belajar oleh pendidik pada pendidikan dasar dan menengah


25. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 111 Tahun 2014 tentang bimbingan dan konseling pada pendidikan dasar dan menengah


26. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 119 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan pendidikan jarak jauh pada jenjang pendidikan dasar dan menengah


27. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 158 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan sistem kredit semester pada pendidikan dasar dan menengah


28. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 160 Tahun 2014 tentang pemberlakuan kurikulum tahun 2006 dan kurikulum 2013.


29. Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015 – 2019


30. Rencana Pengembangan Jangka Menengah Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan tahun 2015 – 2019 (Diantaranya tentang arah kebijakan pengembangan SMK Rujukan)

Kejuruan di sekolah kami


SMK Negeri 1 Majalengka mempunyai banyak Jurusan diantaranya saja yaitu :
Bangunan, Listrik, Otomotif, Mesin, Informatika. dari yang lima itu di pecah menjadi beberapa bagian.